Posted by: fahmibaraja | January 27, 2010

Hati-hati Bawa Hati

Lama diriku tak mengunjungi blog ini,,

ingin ku memulai kembali kebiasaan menulis.

akhir2 ini aq melirik sebuah buku yang berjudul Kupinang Engkau dengan Hamdalah karya Mohammad Fauzil Adhim, sebuah buku yang sangat membuka paradigma tentang sebuah ikatan suci, yaitu pernikahan, mulai dari niat akan menikah, mencari pasangan, meminang hingga menikah dan pasca nikah.. di bahas oleh kang Adhim dengan gamblang dan bahasa yang menurut saya sangat komunikatif dan tidak membosankan. dan tentunya dalam koridor syariat2 Islam.

buku ini di awali dengan sebuah syair yang menggelitik dan meng-kritik ku, judulnya “hati-hati bawa hati”,

Hati – Hati Bawa Hati

Aduh,

susahnya punya hati,

letaknya tersembunyi,

tapi geraknya tampak sekali

(he hemm, malu juga diri ini)

Makanya,

lebih baik punya istri,

kalau tersenyum ada yang menanggapi,

kalau berekspresi ada yang memahami

sikapnya lembut tak bikin keki

kadang malah memuji

“Tuhan tak pernah ingkar janji,

kalau terus menjaga diri,

akan mendapat pendamping yang lurus hati “

Tapi kalau masih sendiri,

hati hati bawa hati,

kalau sibuk mencari perhatian,

kapan kamu mengenal gadis yang bisa jaga pandangan ?

Bagusnya sibuk menyiapkan perbekalan,

(maunya sih kutulis memperbaiki iman)

tanpa susah – susah membayangkan,

saat – saat tak terbayangkan.

Adapun kalau sudah beristri,

jangan lupa mengingatkan,

kalau ada yang dilalaikan

tentang perkara yang disyariatkan

tapi kalau ia memelihara kewajiban

ingat – ingatlah untuk memberi perhatian

jangan menunggu dapat peringatan.

selesai membaca syair ini, saya tertawa… menggelitik sekali syair ini, ku baca lagi yang kedua, mulailah aku terdiam, kubaca yang ketiga kalinya, panas terasa mata ini, ingin rasanya saya menitihkan air mata,

tiba2 hati ini diliputi berbagai macam pertanyaan, sudahkah saya menahan pandangan? ataukah saya termasuk yang menumbar pandangan? sudahkah saya ini menjaga diri dan memperbaiki iman?

langsung saya teringat sebuah kalimat ALLAH di surat An-Nur ayat 26 :

” Wanita – wanita yang keji adalah untuk laki – laki yang keji dan laki – laki yang keji adalah untuk wanita yang keji. Dan wanita – wanita yang baik adalah untuk laki – laki yang baik, dan laki – laki yang baik adalah untuk wanita – wanita yang baik (pula). “

rumusan ALLAH sudahlah sangat jelas, tidak neko2 dan tidak ambigu, kalau ingin mendapatkan wanita yang baik jadilah laki2 baik, kalau tidak maka akan mendapatkan yang sebaliknya. sungguh adil ALLAH ta’ala.

maka apabila kita berkeinginan untuk mendapatkan istri yang sholehah, yang taat kepada ALLAH, yang mampu mengingatkan suami dikala ia sedang khilaf, maka mari kita memperbaiki iman kita, mari kita perbaiki niatan kita dalam menikah, benarkah untuk mencari barokah ALLAH, ataukah hanya hawa nafsu belaka atau bahkan hanya harta (na’udzubillah min dzaalik).

ya ALLAH lindungilah kami dari godaan zaman yang semakin menggila, kuatkanlah iman kami yang masih bujangan ini, agar mampu menjaga pandangan kami dan kemaluan kami. Agar kami ini selalu ingat kepadaMU dan selalu bertaubat kepadaMU. hanya kepadaMU lah kami memohon perlindungan.

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.